TUGAS GEREJA ADALAH MEMBERITAKAN INJIL, TAPI APAKAH GEREJA BOLEH MENYUARAKAN SUARA RAKYAT... ?

Gbr_Ilustrasi


Shallom SahabatQ....!


    Salam KASIH buat Saudara semua yang berada dimana saja. Saya bersyukur kepada BAPA dan Raja Tuhan kita Yesus Kristus. 
Oleh karena InspirasiNya maka saya ingin menulis kepada saudara tentang apa yang saya terima dari Tuhan.

Maka pada kesempatan yang bahagia ini saya menuangkan ide atau solusi agar Gereja dapat berperan sebagai Media yang netral, baik kepada Tuhan maupun Manusia.

Sehingga saya sebagai Orang Muda tak ingin ketinggalan Informasi yang terupdate dari Tuhan. Walaupun dunia berkembang dengan berbagai macam perkembangannya saya tetap membuka dan menganalisis suatu masalah yang perlu diluruskan.

Yaitu suatu pertanyaan yang bisa muncul kapan saja apabila setelah saudara membaca buku yang berjudul "SUARA GEREJA BAGI UMAT TERTINDAS."

Saudara bisa melihat Foto ilustrasi diatas, saya berdiri didalam sebuah Ruangan dan sambil memegang sebuah buku.

Maka disini saya ingin mengklarifikasi isi dari buku tersebut. Buku yang Berjudul "Suara Gereja Bagi Umat Tertindas" telah saya baca hingga habis.

Sebagai orang muda yang suka membaca, saya menemukan hal-hal menarik, mulai dari Penulis buku hingga isi bukunya. Awalnya saya bertanya, 🤔 ko' bisa yea...? ada seorang Hamba Tuhan atau Pdt menulis buku yang berbau Politik, bahkan menyinggung pelanggaran Ham yang terjadi di West Papua, akar Politik Papua, dan lain sbgnya. (saya tidak menyebutnya disini lebih banyak, jika saudara ingin tahu lebih, bisa mencari bukunya dan baca).

Oleh sebab itu saya menanggapi sebuah pertanyaan yang mungkin menurut saya bisa saja menjadi suatu Pertanyaan Yang Serius bagi semua orang.

Dibawah saya menjawabnya:

APAKAH GEREJA BOLEH MENYUARAKAN SUARA RAKYAT ?

Tentu kita tahu bersama bahwa tugas Gereja ialah memberitakan Injil Kristus sebagaimana merupakan perintah dari Tuhan Yesus, Mat 24:14, "Tetapi Injil Kerajaan ini harus di beritakan..."

Pertanyaan diatas bisa menjadi bahan diskusi yang serius, bahkan merupakan sebuah pertanyaan yang menarik.
Namun perlu di jawab dengan Paradigma yang Rasional dan Obyektif berdasarkan Pengetahuan Tuhan.

Karena Pertanyaan ini sifatnya menantang maka saya berani menjawabnya, IYA. "GEREJA BOLEH MENYUARAKAN SUARA RAKYAT".

Sampai disini ada hal menarik, karena ketika saya mengajukan pertanyaan ini kepada beberapa orang, mereka berpendapat bahwa : 
1). Gereja Menyuarakan Suara Rakyat kepada Tuhan. (By.EB)
2). Politik itu adalah ladang misi yang tersembunyi bagi mereka yang punya ketulusan hati.
Kita harus berdoa, supaya dari rahim gereja lahir politikus-politikus yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan dan memperjuangkan umat Tuhan dengan berani, penuh kasih Bapa, dan jujur.
Contoh: Sebagaimana langkah yang ditempu oleh Ester dan pamannya Mordekai melakukan "langkah politis" menyuarakan kepentingan nasib umat. Berdiri dan mempertaruhkan nyawa untuk kepentingan rakyat. Bukan demi jabatan sebagai ratu, tapi fungsi panggilan untuk orang banyak.
> Hamba Tuhan yang panggilannya bukan disitu, jangan coba-coba masuk jadi politikus
praktis ! (By.NT)

Dua tanggapan atau jawaban dari dua orang diatas benar dan tepat. Tidak ada yang salah, dan jika saya menerima jawaban lebih banyak lagi dari yang lain, pasti setiap persepsi atau pandangan orang berbeda.

Oleh karenanya, seorang tokoh Alkitab sudah mendahului hal ini, salah satunya ialah NABI MUSA.

NABI MUSA adalah orang pilihan Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir. Ia adalah Gambaran dari Gereja Tuhan dan selalu menghadap Tuhan didalam Kemah Suci mewakili bangsa Israel.

Musa menyuarakan isi hati Rakyat kepada Firaun berulang-ulang kali dengan  harapan agar Firaun mengijinkan Musa untuk membawa Bangsa Israel keluar, namun lagi-lagi Firaun tidak mengijinkan membawa Bangsa itu pergi.

Musa adalah seorang tokoh yang sangat menginspiratif, membuat saya yakin bahwa Gereja harus menjadi MEDIA yang Netral kepada Tuhan tetapi juga kepada sesama/Pemerintah.

Gereja MEMEDIASI PENDAPAT RAKYAT itulah yang dilakukan oleh MUSA, ESTER dan MORDEKAI.

Jadi tidaklah salah dalam hal ini bahwa Gereja boleh menyuarakan Suara Rakyat. Sikap dan tindakan Ini adalah 'Dasar Alkitabiah'. Tetapi dengan satu syarat, yaitu hanya orang-orang Pilihan Tuhan saja yang boleh mengambil posisi seperti Musa. Jika tidak, jangan pernah mencoba... !

Penulis: Socrates Sofyan Yoman adalah seorang pendeta dan aktivis atau pejuang Gerakan Papua di bidang politik. Ia aktif memperjuangkan kemerdekaan Papua. Pada 8 November 2004, dalam acara peringatan ulang tahun Universitas Cendrawasih, Jayapura, ia menyampaikan makalah berjudul Pepera 1969 di Papua Barat Tidak Demokratis.

Maka Buku 'SUARA GEREJA BAGI UMAT TERTINDAS' sudah hadir pada sasaran yang tepat. Karena Penulisnya adalah orang pilihan Tuhan dan memiliki Jiwa Pembela Rakyat seperti MUSA, ESTER dan MORDEKAI.

Akhir kata saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman dan kaka-kaka rohani yang telah menyumbang pendapat / jawaban dari pertanyaan saya.

Tuhan Yesus memberkati, semoga dengan artikel ini dapat bermanfaat dan membuka wawasan kita sekalian. Amin.

AYO... GEREJA, BERSUARALAH BAGI KAUM TERTINDAS...!!!✊



Writer

By Ps D. Daud Giay



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Testimony, PT SMELTER FREEPORT Indo

PAPUA DAN INDONESIA

DAUD'STESTIMONY